You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Nglojo
Nglojo

Kec. Sarang, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

Ini adalah Website resmi Desa Nglojo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Yuk bantu Share dan Komen

Asal Muasal Desa Nglojo & Makam Keramat

Nglojo 20 Februari 2021 Dibaca 3.818 Kali

Nglojo adalah desa di kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama desa ini diambil dari kata "ala" (baca olo) yang artinya keburukan dan "seja" yang artinya tujuan, jadi arti nama desa ini adalah tujuan yang buruk. Desa ini mendapat julukan seperti itu karena dulu desa ini membantu atau mendukung penjajah saat penjajah dipukul mundur oleh para penduduk desa sekitar yang dipimpin oleh para kyai. Namun pendapat tersebut dibantah oleh para sesepuh Desa Nglojo. Menurut para sesepuh, Nglojo berasal dari kata nglojok yang artinya wani tenanan kapan wes kepojok (berani beneran ketika sudah kepepet) atau bisa juga diartikan kebal terhadap senjata tajam.

Di Desa Nglojo terdapat beberapa makam yang dianggap memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Desa Nglojo, salah satunya Makam Keramat. Makam keramat berada di tengah-tengah pasar Keramat yang kini sudah tidak difungsikan sebagai pasar. Sejarah makam Keramat yakni pada zaman dahulu ditemukan makam mujur ngalor (kepalanya berada di utara) dan diyakini bahwa makam tersebut adalah orang Islam. Berdasarkan mimpi salah satu warga Nglojo nama jenazah yang ada di dalam makam tersebut adalah Masykur yang merupakan danyang (pembuka Desa). Di Desa Nglojo Mbah Keramat (Mbah Masykur) tidak ada silsilah dan tidak memiliki keturunan. Kemudian Bapak Kholil selaku kepala desa pada waktu itu sowan ke Masyayikh Sarang untuk meminta keterangan terkait masalah makam mbah Masykur.

Dahulu makam Mbah Masykur dijadikan sebagai tempat persembahan. Masyarakat percaya jika orang yang melakukan ziarah ke makam mbah Keramat pasti dikabulkan doanya, maka dinamai keramat karena berasal dari karomah berziarah. Pada masa Bapak.Kholil pula, beliau mengajak masyarakat untuk mengadakan haul dan mengisi kegiatan haul mbah Keramat dengan tahlil dan pementasan wayang ataupun ketoprak. Penambahan kegiatan tahlil selain untuk menghormati Mbah Masykur selaku danyang Desa Nglojo juga sebagai langkah untuk meminimalisir dan memberantas kemusyrikan. Sedangkan diadakan pertunjukan wayang kulit atau ketoprak ketika haul maupun sedekah bumi menurut pandangan masyarakat Nglojo, jika tidak berbunyi gong (semisal pada pertunjukan wayang kulit) atau lainnya  maka tidak bisa disebut sedekah bumi. Perayaan haul dilaksanakan bersamaan dengan sedekah bumi Desa Nglojo.

 

Sumber : Wawancara Mahasiswa KKN STAI Al Anwar Sarang bersama K.  Maskun, K.H. Asy’ari, K.H. Salamun,

Penshohih : K.H. Asy’ari & K. Maskun

 

Nglojo, 16 Februari 2021

Mengetahui,

Kepala Desa

 

 

Abdul Rokhim

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Kabar Rembang